PsikoDeks
Buka Kamus Psikologi
PersepsiNeuropsikologi

antinosiseptif

antinociceptive

Ringkasan Singkat

Antinosiseptif mengacu pada faktor atau mekanisme yang mengurangi kepekaan atau meningkatkan toleransi terhadap rangsangan nyeri.

adj. Antinosiseptif digunakan untuk menggambarkan atau merujuk pada faktor apa pun yang meningkatkan ambang toleransi atau mengurangi sensitivitas terhadap stimulus yang berbahaya (nociceptive), yang biasanya berupa rangsangan yang menyebabkan rasa sakit fisik.

Mekanisme antinosiseptif dapat bersifat endogen, seperti pelepasan endorfin oleh tubuh saat berolahraga atau stres berat, maupun eksogen melalui pemberian obat-obatan analgesik seperti opioid.

Studi mengenai efek antinosiseptif sangat penting dalam manajemen nyeri kronis dan pemahaman tentang bagaimana sistem saraf pusat memproses serta menghambat sinyal nyeri sebelum mencapai kesadaran.

Referensi Yang Bisa Anda Gunakan

  • Basbaum, A. I., & Fields, H. L. (1984). Endogenous pain control systems: Brainstem spinal pathways and endorphins. Annual Review of Neuroscience.
Ditambahkan: 5 Mei 2026
Diperbarui: 7 Mei 2026

Peringatan Sitasi Akademik

Halaman ini disusun murni sebagai alat bantu pemahaman awal. Dilarang keras mengutip halaman ini sebagai sitasi utama dalam karya ilmiah atau tugas akhir. Silakan gunakan literatur primer yang tercantum pada daftar pustaka.

Feedback